Jumat, 18 Maret 2016

Menggambar

Siapkan alat
1. Pensil
2. Kertas gambar
3. Alas menggambar
4. Penghapus
5. Penggaris
6. Rautan
7. Pewarna (krayon, cat air dll)

Siapkan minat dan bahan
1. Niat
2. Objek foto
3. Inspirasi
4. Tujuan dan maksud
5. Contoh yang sudah ada
6. Sediakan ruang terbuka unuk mahakaryamu (fb, blog dll)
7. Cari tempat yang kamu bisa nyaman menggambar

Tenangkan pikiran dan fokus terhadap objek yang akan digambar
Perasaan sukacita, sedih, stress dll akan sangat berpengaruh dengan hasil gambarmu
Goreskan pensilmu dengan pensil tersamar (sketch)
Mantapkan dalam pemberian garis bidang gambarmu dengan pensil warna tebal
Perhatikan bayangan, lengkukan, dan gradasi warna
Enjoy your self, nikmati setiap goresanmu
Sesekali lihat ambarmu dari sudut lain memandang (dari samping, atas, bawah, jauh dan dekat)
Selalu padukan dengan gambar aslinya
Koreksi bila ada yang terlewat atau sesuatu yang kurang
Jangan takut mendapat masukan dan saran dari temanmu
Open mind dan jadikan hal yang memotivasi diri unuk lebih konsentrasi dalam menggambar
Maksud menggambarmu sampaikan dengan gambar yang bisa dipahami oleh penonton
Tujuanmu menggambar sampaikan dengan jelas aau tersembunyi itu hak anda

Senin, 15 Februari 2016

Menjaga Hubungan Pertemanan (Friend Relationship)

Pertemanan adalah hubungan social kita dengan orang lain, seberapa dekat dan jauh dapat diciptakan oleh setiap individu. Kunci atau tips menjaga hubungan dengan rekan, teman, sahabat, dan atau soulmate kita menurutku dengan beberapa cara berikut: semoga bermanfaat

1. Kenali personalia rekan anda
Dengan mengenal jati diri dan sifat serta karakter teman anda, dapat dipastikan anda adalah pribadi yang perhatian. Akan tetapi mengenal dan mengetahui sifat belumlah cukup, perlu ada usaha serta upaya lain agar pertemanan atau sahabat anda tetap harmonis. Kepekaan mengenal pesonalia rekan anda akan anda pelajari saat sering terjadi interasi. Sering mengobrol dan berbagi masalah apapun yang anda hadapi baik itu masalah pribadi, keluarga, pekerjaan, lingkungan menjadi lem perekat hubungan anda tetap baik. Setelah anda mengenal dan mengetahui sifat dan karakter teman anda, bukan berhenti sampai disini. Akan tetapi anda perlu menjadi sosok teman yang baik bagi rekan anda itu dengan cara menjadi pendengar yang sabar.
a. Tepat memposisikan diri atau membawa diri
 Pendengar yang sabar adalah sosok teman yang mau mengerti keadaan dan bisa diajak untuk bercerita, memberikan nasihat, memberikan masukan, opini serta dapat tahu kapan waktu untuk bercanda, berduka, bersuka.
b. Kenali hobi dan kesukaan rekan anda
Sarana atau media paling ampuh dalam berteman adalah dengan pendekatan berdasarkan hobi atau kesukaan terhadap sesuatu. Ini tidak berarti anda harus menjadi orang lain untuk dapat teman, tetapi minimal anda mengetahui hobi teman anda, sehingga pada waktu tertentu dapat dilakukan bersama untuk sekedar menghabiskan waktu atau menambah persaudaraan.

2.  Berteman tetap professional
Hal ini terutama bila anda seorang pekerja, rekan kerja anda bisa jadi bawahan atau atasan anda. Berteman yang baik adalah teman yang mampu membedakan antara kepentingan dinas (pekerjaan) ataupun kepentingan diri sendiri. Kita tidak memungkiri setiap individu memerlukan rekan dalam setiap aktifitas kegiatan kita termasuk dalam bekerja, bersekolah, bertetangga, berkelompok, berorganisasi. Hal yang sering terjadi adalah dimana seorang teman yang adalah rekan kerja kita memanfaatkan hubungan teman ini untuk kepentingan pribadi orang tersebut. Alangkah baiknya kita bisa bersikap professional dalam bekerja, karena saya ingatkan kepada reader semua apapun yang kita lakukan senantiasa diperhatikan oleh sang pemilik hidup ini. (dicatat semua tingkah laku, pemikiran, keinginan kita semua oleh-Nya). So, mari bekerja dengan maksimal dan berteman dengan maksimal.

3.  Bertutur kata yang sopan dan penuh hormat
Kita sebagai orang berbudaya timur sewajarnya pembicaraan kita tertata bahasa yang baik dan  sopan. Meskipun ada pula yang mencemooh dengan kebiasaan budaya timur yang berbeda dengan budaya barat untuk hal berbicara, yang mereka katakana “kalau orang barat mikir dulu baru ngomong vs orang timur ngomo dulu baru mikir” hal ini jangan diambil hati akan tetapi mari kita ambil sisi positifnya agar lebih berhati-hati dalam menggunakan mulut kita. Pembicaraan adalah alat paling efektif dalam menambah pertemanan. Oleh karena hal itu, pembicaraan bertema apa saja bisa menentukan hubungan anda dan kawan anda. Gunakan tata bahasa yang umum digunakan sehari-hari, menggunakan bahasa yang sopan untuk menghargai hirarki dalam sebuah lingkungan contoh sekolah, pemerintahan, rukun tangga, keluarga, tempat kerja. Bahasa yang tertata rapi, sopan akan memberikan nilai tambah anda sebagai seorang teman. Gunakan bahasa ibu (dialek, bahasa asli kesukuan) untuk waktu yang pas, selalu upayakan berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

4. Hargai setiap kesempatan dalam bertemu
Pertemanan erat hubungannya dengan bertemu atau berkumpul bersama sebagai aktifitasnya. Oleh karena hal tersebut manfaatkan dengan sebaik mungkin, belum tentu anda akan merasakan hal ini di tahun tahun kedepan apa karena situasi kondisi tertentu. Dalam pertemuan usahakan jangan menggunakan handphone anda. Simpan dan jangan nyalakan, berikan topic untuk pembicaraan anda sebagai teman. Apakah hal tentang kesehatan, tentang pacar, tentang berita televise atau issue terkait hal yang sedang booming. Akan tetapi jangan membicarakan pekerjaan dalam hal ini. Akan terjadi sesuatu rasa iri atau rasa sungkan yang menyebabkan secara langsung dan tidak langsung kepada teman anda.

No 5 dan seterusnya saya lanjut di kemudian hari ya.. belum dapat bahan ini J


AYU

Rabu, 01 Mei 2013

ENERGI SAMPAH


MERUBAH SAMPAH MENJADI ANUGERAH

BAB I
PENDAHULUAN

Definisi sampah plastik
Masyarakat juga mulai terbiasa dengan penggunaan plastik. Plastik banyak dibutuhkan dan dimanfaatkan sebagai teman bagi manusia, bagaimana tidak?  Tanpa plastik manusia akan mengalami banyak kesulitan dan kesusahan dalam mengerjakan sesuatu, contoh: tas plastik kita gunakan untuk membawa barang belanjaan sepulang kita belanja di mall atau di pasar tradisional. Tanpa ada plastik, coba bayangkan kita akan membawa barang belanjaan bulanan kita seperti apa repotnya, harus nenteng kanan, kiri, jepit kanan, jepit kiri, gendong depan, gendong belakang, dan macam lainnya. Tetapi dengan plastik kita lebih mudah dan efisien dalam membawanya. Benar bukan? Tentu saja benar, demikian pula dengan kemasan botol minuman dan makanan lainnya, bagaimana kalau tidak ada plastik? Tentunya akan menimbulkan masalah dan kerugian yang lebih besar.
Plastik merupakan bahan sintetik atau semi-sintetik yang termasuk dalam bahan organik. plastik merupakan hasil proses pencampuran bahan kimia organik yang berasal dari minyak bumi, batu bara atau gas alam. Plastik juga merupakan bagian dari molekul hidrokarbon zat yang penyusun dasarnya adalah karbon dan hidrogen. Sebagai suatu bahan, plastik memang memiliki keistimewaan. Ia mudah dibentuk menjadi serat, lembaran, maupun padatan. Selain kuat dan awet, harganya pun relatif murah.
Ditinjau dari penggunaannya plastik digolongankan menjadi dua yaitu plastik keperluan umum dan plastik untuk bahan konstruksi (engineering plastics). Plastik mempunyai berbagai sifat yang menguntungkan, diantaranya:
a. Umumnya kuat namun ringan.
b. Secara kimia stabil (tidak bereaksi dengan udara, air, asam, alkali dan zat kimia lain).
c. Merupakan isolator listrik yang baik.
d. Mudah dibentuk, khusunya dipanaskan.
e. Biasanya transparan dan jernih.
f. Dapat diwarnai.
g. Fleksibel atau plastis
h. Dapat dijahit.
 i. Harganya relatif murah.
Berdasarkan Sifat fisikanya:
·       Termoplastik. Merupakan jenis plastik yang bisa didaur-ulang atau dicetak lagi dengan proses pemanasan ulang. Contoh: polietilen (PE), polistiren (PS), ABS, polikarbonat (PC)
·       Termoset. Merupakan jenis plastik yang tidak bisa didaur-ulang atau dicetak lagi. Pemanasan ulang akan menyebabkan kerusakan molekul-molekulnya. Contoh: resin epoksi, bakelit, resin melamin, urea-formaldehida

Berdasarkan sumbernya 
        Polimer alami : kayu, kulit binatang, kapas, karet alam, rambut
        Polimer sintetis:
       Tidak terdapat secara alami: nylon, poliester, polipropilen, polistiren
       Terdapat di alam tetapi dibuat oleh proses buatan: karet sintetis
       Polimer alami yang dimodifikasi: seluloid, cellophane (bahan dasarnya dari selulosa tetapi telah mengalami modifikasi secara radikal sehingga kehilangan sifat-sifat kimia dan fisika asalnya)

kemudian ada pula penggolongan plastik pada industri yang cukup penting untuk kita ketahui karena inilah yang paling sering kita gunakan dalam hal konsumsi makanan dan minuman. Anda dapat melihat jenis plastik apa yang anda gunakan. biasanya di bawah ada nomor yang menunjukkan jenis plastiknya.

Penggolongan Plastik pada industri:
1. PET
• Bahan apa yang digunakan untuk membuatnya?
PET adalah singkatan dari polyethylene terephthalate – merupakan resin polyester yang tahan lama, kuat, ringan dan mudah dibentuk ketika panas. kepekatannya adalah sekitar 1,35 – 1,38 gram/cc, ini membuatnya kokoh, rumus molekulnya adalah (-CO-C6H5-CO-O-CH2-CH2-O-)n.
• Digunakan untuk apa saja?
PET dapat ditemukan pada botol air, botol soda, botol jus, botol minyak goreng, kemasan makanan, botol dressing salad, dan bahkan cangkir gerai kopi kenamaan yang ada di mana-mana itu.
• Dapatkah itu di daur-ulang setempat?
Di berbagai tempat, disediakan tempat-tempat untuk mendaur-ulang plastik jenis ini, bahkan mereka menjemputnya di tempat untuk kemudian setelah terkumpul mereka bawa ke tempat daur-ulang.

2. HDPE
• Bahan apa yang digunakan untuk membuatnya?
HDPE adalah High Density Polyethylene – resin yang liat, kuat dan kaku yang berasal dari minyak bumi, yang sering dibentuk dengan cara meniupnya. Rumus molekulnya adalah (-CH2-CH2-)n.
• Digunakan untuk apa saja?
HDPE dapat ditemukan pada cerek susu, botol detergen, botol obat, botol oli mesin, botol shampoo, kemasan juice, botol sabun cair, kemasan kopi dan botol sabun bayi.
• Dapatkah itu di daur-ulang setempat?
Ya, plastik dengan label #2 dapat didaur-ulang. Di berbagai tempat, tersedia tempat-tempat untuk mendaur-ulang plastik jenis ini, bahkan mereka menjemputnya di tempat untuk kemudian setelah terkumpul mereka bawa ke tempat daur-ulang.

3. PVC
• Bahan apa yang digunakan untuk membuatnya?
PVC adalah Polyvinyl Chloride – Rumus molekulnya adalah  (-CH2-CHCl-)n. Ini merupakan resin yang liat dan keras yang tidak terpengaruh oleh zat kimia lain.
• Digunakan untuk apa saja?
PVC dapat dijumpai pada tanda lalu lintas, botol minyak goreng, kabel listrik, botol pembersih kaca, mainan, botol shampoo, pipa air, kemasan kerut, dan kemasan makanan cepat saji.
•Dapatkah itu di daur ulang di tempat?
Tidak. kalau mungkin, jangan menggunakannya, atau kalau terpaksa menggunakannya, pakailah yang bekas

4. LDPE
• Bahan apa yang digunakan untuk membuatnya?
LDPE adalah Low Density Polyethylene. plastik yang mudah dibentuk ketika panas, yang terbuat dari minyak bumi, dan rumus molekulnya adalah (-CH2- CH2-)n. Dia adalah resin yang keras, kuat dan tidak bereaksi terhadap zat kimia lainnya, kemungkinan merupakan plastik yang paling tinggi mutunya.
• Digunakan untuk apa saja?
LDPE dapat dijumpai pada tas plastik, botol, kotak penyimpanan, mainan, perangkat komputer dan wadah yang dicetak.
• Dapatkah itu di daur ulang di tempat?
Tidak, sedapat mungkin hindarilah menggunakannya, serta gunakan ulang kalau mungkin

5. PP
• Bahan apa yang digunakan untuk membuatnya?
Polypropylene merupakan plastik polymer yang mudah dibentuk ketika panas, rumus molekulnya adalah (-CHCH3-CH2-)n. Yang lentur, keras dan resisten terhadap lemak.
• Digunakan untuk apa saja?
Polypropylene dapat dijumpai pada wadah makanan, kemasan, pot tanaman, tutup botol obat, tube margarin, tutup lainnya, sedotan, mainan, tali, pakaian dan berbagai macam botol.
• Dapatkah itu di daur ulang di tempat?
Tidak, sedapat mungkin hindarilah menggunakannya, serta gunakan ulang kalau mungkin.

6. PS
• Bahan apa yang digunakan untuk membuatnya?
Polystyrene adalah plastik polymer yang mudah dibentuk bila dipanaskan, rumus molekulnya adalah (-CHC6H5-CH2-)n atau ditulis sebagai C8H8. Sangat kaku dalam suhu ruangan, sangat ringan, tembus cahaya, dan murah. Kelemahannya adalah sifatnya yang rapuh.
• Digunakan untuk apa saja?
Polystyrene dapat dijumpai pada perkakas dari plastik, kotak CD, gelas plastik, wadah makanan dan nampan. Istilah teknis styrofoam adalah foamed polyesterene (FPS). Styrofoam sebenarnya adalah nama dagang yang telah dipatenkan oleh perusahaan Dow Chemical). Polistirena banyak dipakai dalam produk-produk elektronik sebagai casing, kabinet dan komponen-komponen lainya. Peralatan rumah tangga yang terbuat dari polistirena, sapu, sisir, baskom, gantungan baju, ember.
• Dapatkah itu di daur ulang di tempat?
Tidak, Sementara itu, sedapat mungkin hindarilah menggunakannya, serta gunakan ulang kalau mungkin. Polistirena foam begitu banyak dimanfaatkan dalam kehidupan, tetapi tidak dapat dengan mudah direcycle sehingga pengolahan limbahnya harus dilakukan secara benar agar tidak merugikan lingkungan. Pemanfaatan polistirena bekas untuk bahan aditif dalam pembuatan aspal polimer merupakan salah satu cara meminimalisir limbah tersebut. Banyak sudah negara yang mengeluarkan peraturan untuk tidak menggunakan styrofoam contohnya kanada, korea, jepang dan masih banyak lagi.
  
7. Jenis Lain
•Bahan apa yang digunakan untuk membuatnya?
Paling sering, produk dengan label #7 terbuat dari campuran dua atau lebih jenis plastik (#1 sampai #6). Kadang kala label #7 mengindikasikan bahwa bahan baku resinnya tidak diketahui.
•Digunakan untuk apa saja?
Bisa jadi untuk segala macam benda, namun paling sering akan Anda jumpai plastik #7 digunakan dalam industri minuman ataupun makanan
•Dapatkah itu di daur ulang di tempat?
Sayangnya tidak, plastik #7 tidak dapat didaur-ulang dengan cara tradisional, karenanya carilah alternatif lain.

Teflon, nama teknisnya adalah polytetrafluorethylene (TFE). Teflon sekarang dipakai sebagai pelapis peralatan dapur. Sedangkan nilon, punya nama teknis polyamide (PA). Kita tahu nilon banyak digunakan dalam bentuk serat, untuk tekstil dan benang. Plastik saran, sebenarnya adalah polyvinilidene cloride (PVDC), banyak dipakai untuk kantung. Polyethylene (PE) banyak dipakai untuk peralatan rumah tangga seperti ember, panci, kursi, selain untuk kantung plastik.
setelah mengetahui berbagai jenis plastik dan sifatnya, diharapkan kita dapat lebih cermat dalam menggunakan plastik sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan plastik tersebut. janganlah menggunakan plastik yang tak tahan panas secara berulang.


Dampak Lingkungan sampah
Dampak plastik terhadap lingkunganmerupakan akibat negatif yang harus ditanggung alam karena keberadaan sampah plastik. Dampak ini ternyata sangat signifikan. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit karena diperkirakan 1 orang setiap harinya membuang sampah plastik 0,5-0,8 kg.
Konsumsi berlebih terhadap plastik inilah yang mengakibatkan jumlah sampah plastik yang diproduksi juga semakin besar. Kantong plastik terbuat dari penyulingan gas dan minyak yang disebut ethylene. Minyak, gas dan batu bara mentah adalah sumber daya alam yang tak dapat diperbarui. Semakin banyak penggunaan palstik berarti semakin cepat menghabiskan sumber daya alam tersebut. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara. Berikut ini adalah dampak yang akan diberikan oleh sampah plastik terhadap lingkungan antara lain:
o    Tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.
o    Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.
o    PCB (bahan pembuat plastik) yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan.
o    Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.
o    Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah.
o    Kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun.
o    Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik.
o    Hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.
o    Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya.
o    Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir.
Sebagai tambahan pemahaman, berikut beberapa fakta yang berkaitan dengan sampah plastik dan lingkungan :
o    Kantong plastik sisa telah banyak ditemukan di kerongkongan anak elang laut di Pulau Midway, Lautan Pacific
o    Sekitar 80% sampah dilautan berasal dari daratan, dan hampir 90% adalah plastik.
o    Dalam bulan Juni 2006 program lingkungan PBB memperkirakan dalam setiap mil persegi terdapat  46,000 sampah plastik mengambang di lautan.
o    Setiap tahun, plastik telah ’membunuh’ hingga 1 juta burung laut, 100.000 mamalia laut dan ikan-ikan yang tak terhitung jumlahnya.
o    banyak penyu di kepulauan seribu yang mati karena memakan plastik yang dikira ubur-ubur, makanan yang disukainya.
Untuk menanggulangi sampah plastik beberapa pihak mencoba untuk membakarnya. Tetapi proses pembakaran yang kurang sempurna dan tidak mengurai partikel-partikel plastik dengan sempurna maka akan menjadi dioksin (racun) di udara. Bila manusia menghirup dioksin ini manusia akan rentan terhadap berbagai penyakit di antaranya kanker, gangguan sistem syaraf, hepatitis, pembengkakan hati, dan gejala depresi.
Kita memang tidak mungkin bisa menghapuskan penggunaan kantong plastik 100%, tetapi yang paling memungkinkan adalah dengan memakai ulang plastik (reuse), mengurangi pemakaian plastik (reduce), dan mendaur ulang (recycle). Terakhir, mungkin perlu regulasi dari pemerintah untuk meredam semakin meningkatnya penggunaan plastik.


Pasar Bank sampah
Berita tentang kesuksesan bank sampah di beberapa daerah di Indonesia sudah lama terdengar. Sebetulnya, apa yang dimaksud dengan bank sampah? Selain memiliki nilai ekologis, apakah ini jenis usaha yang bisa ditekuni dan menghasilkan profit? 
Bank sampah adalah jenis kegiatan usaha yang disebut social enterprise. Kegiatan ini tidak mungkin dilaksanakan, jika tujuannya hanya profit. Mengelola bank sampah harus ada misi sosialnya. Dalam hal ini kebersihan lingkungan dan pemanfaatan energi. Sebab, sampah sebetulnya memiliki nilai ekonomi yang sayang kalau dihancurkan atau dimusnahkan. Limbah sampah dapat diolah menjadi energi baru dalam berbagai bentuk. Misalnya, kertas daur ulang atau pupuk kompos.
Seorang pengelola bank sampah harus bisa menjadi penggerak sosial. Perlu disadari, bahwa orang pada umumnya malas mengumpulkan sampah, kecuali ada insentif ekonominya, yaitu uang imbalan. Oleh sebab itu, bank sampah umumnya dibuat di perkampungan, bukan di kompleks perumahan mewah.
Cara kerjanya, sampah yang terkumpul ditimbang, lalu dihargai sesuai dengan banyaknya setoran. Kemudian, pengelola sampah akan menjualnya lagi kepada mereka yang membutuhkan energi daur ulang. Untuk mengelola bank sampah, Anda harus bekerja dengan hati. Sebab, Anda akan berhadapan dengan rakyat, orang kecil yang tidak punya banyak uang. Bisa jadi, karyawan Anda juga mungkin penduduk setempat. Anda memerlukan kesabaran dan rasa kemanusiaan yang tinggi (berjiwa sosial). 
Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah beserta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 mengamanatkan perlunya perubahan paradigma yang mendasar dalam pengelolaan sampah yaitu dari paradigma kumpul - angkut - buang menjadi pengolahan yang bertumpu pada pengurangan sampah dan penanganan sampah. Kegiatan pengurangan sampah bermakna agar seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat luas melaksanakan kegiatan pembatasan timbulan sampah, pendauran ulang dan pemanfaatan kembali sampah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Reduce, Reuse dan Recycle (3R) melalui upaya-upaya cerdas, efisien dan terprogram.
Statistik perkembangan pembangunan Bank Sampah di Indonesia pada bulan Februari 2012 adalah 471 buah jumlah Bank Sampah yang sudah berjalan dengan jumlah penabung sebanyak 47.125 orang dan jumlah sampah yang terkelola adalah 755.600 kg/bulan dengan nilai perputaran uang sebesar Rp. 1.648.320.000 perbulan. Angka statistik ini meningkat menjadi 886 buah Bank Sampah berjalan sesuai data bulan Mei 2012, dengan jumlah penabung sebanyak 84.623 orang dan jumlah sampah yang terkelola sebesar 2.001.788 kg/bulan serta menghasilkan uang sebesar Rp. 3.182.281.000 perbulan. Berikut beberapa contoh kesuksesan penangan sampah dan dukungan yang dilakukan oleh pemerintah, perseorangan maupun industri karena kebijakan yang menguntungkan diatas :
1.      Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. DR. Balthasar Kambuaya, MBA, meresmikan Bank Sampah Mutiara di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan “Pelaksanaan bank sampah sesung­guhnya mengandung potensi ekonomi kerakyatan yang cukup tinggi karena kegiatan bank sampah dapat memberikan hasil nyata bagi masyarakat dalam bentuk peluang kerja, penghasilan tambahan bagi pegawai bank sampah dan masya­rakat penabung sampah. Istilah yang tepat menggambarkan manfaat sampah tersebut adalah from trash to cash”. Menteri Negara Lingkungan Hidup juga menegaskan, “Pengembangan bank sampah ini harus menjadi tonggak sejarah (milestone) perwujudan pembangunan yang mengentaskan kemiskinan (pro poor), pembangunan yang mampu menciptakan peluang kerja (pro job), dan pembangunan yang melindungi dan melestarikan lingkungan hidup (pro environment)”.
2.      Membangun Bank Central Sampah (BCS) di TPA Rawa Kucing, Tangerang untuk mempermudah pengelolaan sampah. "Sampah tidak akan lagi menjadi masalah bagi warga namun keberkahan karena pemkot Tangerang memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk melakukan pengolahan sampah sesuai aturan," dukungan dari Wakil Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah di Tangerang dan pemkot Tangerang yang telah membuat program 1.000 bank sampah. Baik bank sampah perumahan, puskesmas, kantor, sekolah, dan pasar semuanya berjalan dengan baik dan berhasil beroperasi sampai sekarang.
3.      Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Badan Lingkungan Hidup Sragen, Purwosantoso, mengungkapkan keberadaan bank sampah di kantor BLH Sragen, hingga kini hanya ditujukan bagi pegawai di lingkungan BLH. Setiap Selasa dan Sabtu, setiap pegawai diminta membawa sampah yang masih bisa didaur ulang dari rumah. Sampah tersebut diserahkan ke petugas di bank sampah. “Kegiatan ini sebenarnya sifatnya tidak wajib, tapi kita minta kesadaran semua pegawai untuk ikut berperan serta menyelamatkan lingkungan”. Menanggapi usulan adanya bank sampah di sekolah-sekolah, Kepala Departemen Hubungan Industri dan Masyarakat SMKN 2 Sragen, Sugiyarso, menerangkan pihaknya menyambut baik program tersebut dan siap melaksanakannya. Selama ini SMKN 2 Sragen sudah mulai menghancurkan sampah organik di sekolah  untuk dimanfaatkan sebagai pupuk. SMKN 2 Sragen memiliki alat penghancur sampah yang didesain sendiri. “Tapi volumenya masih terbatas, sehingga belum banyak sampah yang bisa diolah,”.
4.      Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta siap mengalokasikan anggaran, untuk menambah pengadaan rumah pengelolaan sampah dan bank sampah di 10 kawasan di Kota Yogyakarta pada 2013. Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta, Ika Rostika “Sejauh ini ada 60 bank sampah yang aktif di Kota Yogyakarta”
5.      Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi Junaedi dan Pemerintah Kota Bekasi membangun 120 bank sampah. Pembangunan dilakukan mulai tingkat RT/RW. Mekanisme pengolahan bank sampah layaknya bank konvensional. Pelanggan rumah tangga yang membuang sampahnya ke bank sampah membayar dengan nilai tertentu, kemudian petugas mengolah sampah tersebut untuk dijual kembali. Sampah plastik akan dicacah, sampah organik dibuat kompos atau pupuk. Selain itu, pengelola bank sampah juga bisa membeli sampah bernilai rupiah dari rumah tangga. Seperti kardus, koran, kemudian dikumpulkan sampai jumlahnya banyak untuk kemudian dijual. "Keunggulan bank sampah ini praktis dan bisa mengurangi sampah di sekitar masyarakat,". Bank sampah ini akan dikelola oleh masyarakat di mana bank sampah itu dibangun. Untuk lahannya tidak terlalu luas, sekitar 50-100 meter yang akan disiapkan masyarakat, dan Pemkot Bekasi memberikan mesin pencacah, mesin pembuat kompos, bak traktor dan gerobak sampah sebagai wujud dukungannya.
6.      Para pedagang pasar di Kota Probolinggo, Jawa Timur, punya cara sendiri memperoleh penghasilan tambahan yakni menjadi anggota pedagang pasar sejahtera. Secara berkala mereka mengumpulkan dan memilah sampah untuk kemudian dikirim ke bank sampah.  Selain menguntungkan para pedagang, gerakan bersih-bersih pasar ini juga membuat pembeli merasa nyaman. "Program ini melibatkan semua masyarakat. Sehingga mewujudkan pasar tradisional yang bersih, sehat, dan terawat. Bahwa program bank sampah berbasis pasar ini dengan memberikan ganjaran berupa uang tunai kepada mereka yang berhasil memilih dan menyetor sejumlah sampah“ jelas walikota Probolinggo HM Buchori. Kegiatan TOT (Training Of Trainers) peningkatan kapasitas pengelolaan bank sampah pasar baru Kota Probolinggo di aula Bappeda Kota Probolinggo pun diadakan untuk pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Sejahtera Pasar Baru Kota Probolinggo. Kegiatan TOT ini diselenggarakan oleh Bappeda Kota Probolinggo sebagai upaya mencetak kader-kader yang memiliki kemampuan teknis pengorganisasian masyarakat dalam pemilihan dan pengolahan sampah rumah tangga. 
7.      Komunitas Peduli Kemiskinan Kendal (KPKK), yang beranggotakan orang-orang dari berbagai kalangan yang memiliki kepedulian terhadap penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Kendal, (aparatur pemda Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda Kabupaten Kendal, DPRD, pengusaha, dan masyarakat), berhasil mempelopori berdirinya bank sampah di Kabupaten Kendal. Bank Sampah tersebut dinamakan "Bank Sampah Kepompong", berlokasi di Kios Pasar Kendal sebelah timur Blok I Nomor 62 - 63 Kendal. Pengelolaan sampah perlu dilakukan dengan pendekatan 5R, yaitu Rethink (memikirkan), Reduce (membatasi/mengurangi), Reuse (memakai ulang), Recovery (memperbaiki/memulihkan), dan Recycle (mendaur ulang). Keberadaan Bank Sampah diharapkan dapat memberikan warna baru dalam pengelolaan sampah dan dapat memberikan kontribusi dalam mengatasi persoalan sampah, khususnya di kompleks Pasar Kendal dan wilayah sekitarnya.
8.      Bank Sampah $ahabat, menyediakan model organisasi bagi kelompok-kelompok lain di Ende yang ingin belajar bagaimana mereka dapat mendapatkan keuntungan dari barang daur ulang dan juga menyiapkan generasi berpenghasilan bagi masyarakat miskin pulau Flores. Plasticman Institute yang bermarkas di Jalan Waebo Labuan Bajo-Kecamatan Komodo-Manggarai Barat-Flores-NTT. Telah membangun sebuah komunitas yang bergerak di bidang sampah telah mencanangkan konsep bank sampah dengan cara mengajarkan ibu-ibu rumah tangga untuk memisahkan beberapa jenis plastik, untuk dimasukkan ke Bank Sampah. Kelompok nelayan sekaligus juga memancing" plastik di laut dan mengumpulkan sampah dari pantai-pantai. Sampah-sampah dari kelompok maupun perorangan akan ditimbang dan dicatat dalam kartu bank sampah mereka. Sampah plastik itu akan dijual ke tempat daur ulang sampah di pulau Jawa. Penghasilan dari penjualan tersebut akan dibagi berdasarkan perbandingan, tergantung dari berapa banyak sampah yang mereka kumpulkan. Uang yang dihasilkan oleh anak-anak sekolah akan mereka masukkan ke tabungan mereka, untuk membayar biaya sekolah lanjutan setelah mereka lulus SD. Nelayan setempat mendapatkan penghasilan tambahan untuk keluarga mereka. Konsep Bank Sampah akan meminimalkan pembuangan sampah plastik ke laut di sekitar Taman Nasional Komodo.
9.      Bank Sampah Malang (BSM) di Jl. S Supriyadino 38 Malang 65147 adalah lembaga yang berbadan hukum koperasi bekerjasama dengan Pemerintah Kota Malang dan CSR PT. PLN Distribusi Jawa Timur, didirikan sebagai wadah  untuk  membina, melatih, mendampingi sekaligus membeli dan memasarkan hasil dari kegiatan pengelolaan sampah dari hulu/sumber masyarakat Kota Malang dalam rangka pengurangan sampah di TPS/TPA serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan sampah berprogram 3R (reduce, reuse dan resycle). Semata bertujuan untuk perubahan perilaku masyarakat menuju lingkungan Kota Malang yang bersih, sejuk dan bermanfaat.

Berikut ini adalah kesimpulan dan dampak yang nyata setelah dibangunnya serta dikelolanya sampah di bank sampah, antara lain:
1.      Aspek Lingkungan, sebagian kelompok sudah berubah perilakunya terkait dengan sampah, tidak membuang sampah an-organiknya ke tong sampah tetapi dipilah dan ditabung ke bank sampah, ada juga kelompok yang dekat sungai yang dulunya banyak sampah sekarang sudah bersih dari sampah, dan saat ini sudah terbentuk image yang dulunya orang malu mengambil sampah di jalan dan memilah sampah, sekarang masyarakat yang terbentuk dalam kelompok binaan atau anggota bank sampah merasa bangga dengan mengambil, mengumpulkan dan memilah sampah karena ada manfaatnya serta menghasilkan uang dengan ditabung di bank sampah. Selain itu  keberhasilan kelompok dalam mengelola sampah telah mengispirasi masyarakat sekitarnya untuk bergabung dalam bank sampah atau membentuk kelompok binaan bank sampah.
2.      Aspek Sosial, sebagian sudah terbentuk komunitas baru dimasyarakat yang tergabung dalam kelompok binaan bank sampah terutama pada saat penimbangan sampah, anggota ke pengurus kelompok dan terbentuk juga rasa kepedulian lingkungan pada saat arisan, pertemuan PKK, dll dengan mengambil sampah dan memilah sampah dari kegiatan tersebut.
3.      Aspek Pendidikan, sebagian besar kelompok binaan bank sampah sudah mendapat pemahaman pendidikan lingkungan yang diteruskan ke anggotanya, yaitu betapa penting arti mengelola sampah, karena sampah kalau tidak dikelola akan mendatangkan petaka/masalah, tetapi kalau dikelola dengan baik dan benar mendatangkan manfaat  dari aspek lingkungan maupun ekonomi. Sehingga diharapakan bank ini sebagai embrio untuk pengelolaan  sampah  ramah lingkungan secara berkelanjutan.
4.      Aspek Pemberdayaan, yaitu pemberdayaan di semua unsur ditingkat keluarga (bapak/ibu, anak-anak) sampai di tingkat lingkungan RT/RW dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Sehingga memberikan suatu kekuatan di dalam melawan sampah yang tidak terkelola pada masyarakat yang tidak peduli tentang sampah.
5.      Aspek Ekonomi Kerakyatan, yaitu pemberdayaan pada sistem menabung sampah  dan menambah lapangan kerja baru dan pendapatan akibat dari pengelolaan sampah rumah tangga dan terdapat kemitraan mesin pencacah plastik, mesin pembuat kompos, bak traktor dan gerobak sampah yang dananya dari bantuan hibah pemerintah.


Kebutuhan energi
Bahan bakar minyak (BBM) yang berasal dari minyak bumi adalah sumber energi yang sangat sering kita gunakan. Minyak bumi sendiri adalah pengendapan fosil mahluk hidup jutaan tahun lalu yang terdekomposisi, terbentuk di dalam bumi sehingga menjadi suatu minyak yang dapat kita gunakan dan kita pakai sekarang.
Zaman sekarang, kebutuhan akan penggunaan minyak sudah sangat melonjak drastis. Diperlukan bagi kebutuhan listrik, perusahaan, industri, rumah tangga, dan transportasi. Keberadaan dan keberdayaan energi listrik merupakan sebuah keharusan sebagai motor penggerak roda kehidupan pada sebuah bangsa untuk tetap bergerak dan mengarah maju ke depan. Tanpa keberadaan dan keberdayaan energi listrik akan menghambat hingga menghentikan aktivitas masyarakat dunia usaha dan rumahan, serta berujung terhambatnya atau terhentinya kemajuan umat pada suatu bangsa. Akan tetapi dengan kenyataan yang ada sekarang, minyak sangat susah didapatkan dan juga harga minyak dunia sekarang semakin melonjak naik. Hal ini berimbas kepada kebutuhan-kebutuhan yang lain, baik harga, ketersediaan dan gaya hidup di waktu sekarang ini. Ironis sekali, perkembangan zaman yang sangat luar biasa canggih dan terus berkembang tidak disertai dengan pemenuhan kebutuhan (supply) bahan bakar minyak yang digunakan sebagai penggerak awal dari kemajuan suatu bangsa dan teknologi. Hal ini yang menyebabkan kita diperhadapakan oleh 2 pilihan yang tepat, yakni diperlukan cara pengolahan minyak atau kemampuan untuk mendapatkan sumber energi terbarukan pengganti minyak konvensional tersebut.
Krisis energi adalah kekurangan dalam persediaan sumber daya energi. Krisis ini biasanya menunjuk ke kekurangan minyak bumilistrik, atau sumber daya alam lainnya. Krisis ini memiliki akibat pada kegiatan ekonomi, dengan banyak bidang yang disebabkan oleh krisis energi dalam beberapa bentuk. Terutama, kenaikan biaya produksi listrik, yang menyebabkan naiknya biaya produksi. Sementara itu data mengenai jumlah penggunaan dan jumlah kebutuhan sumber daya alam yang diperlukan untuk membangkitkan energi listrik semakin meningkat tentunya akan mengurangi pasokan dan mempercepat krisis energi. Demikian prosentase untuk kebutuhan sumber daya energi domestik diperoleh dari perkiraan produksi batubara pada tahun 2012 sebesar 366.042.287 ton. 60,49 juta ton (20,3%) untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral juga melansir pertumbuhan konsumsi energi Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan konsumsi energi Indonesia mencapai 7 persen per tahun. Sementara itu, pertumbuhan konsumsi energi dunia hanya 2,6 persen per tahun. Konsumsi energi yang tinggi ini menimbulkan masalah dan ketimpangan, yaitu terjadinya pengurasan sumber daya fosil seperti minyak dan gas bumi serta batu bara yang lebih cepat, jika dibandingkan dengan penemuan cadangan baru terbarukan yang masih belum termanfaatkan dengan sempurna. Indonesia diprediksi akan menjadi nett importer energy pada 2030. Diversifikasi energi yaitu penganekaragaman pemakaian energi dengan meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan seperti tenaga sampah, tenaga surya, biomassa, angin, energi air, dan panas bumi akan menjadi solusi mengatasi gejala tersebut. Di samping itu, potensi energi baru terbarukan di Indonesia bisa mencukupi kebutuhan energi Indonesia hingga 100 tahun mendatang, karena memiliki potensi setara dengan 160 gigawatt.
Dengan situasi dan kondisi tersebut, untuk mewujudkan sistem penyediaan dan pemanfaatan energi yang berkelanjutan dapat ditempuh dengan memadukan konsep optimasi pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), pemilihan dan penggunaan teknologi energi tepat dan efisien dan dengan membudayakan pola hidup hemat energi, yang lebih dikenal dengan Energi Hijau (Green Energy). maka masalah yang menyangkut isuisu “Green Energy” menjadi prioritas penting dalam upaya mendukung konsepkonsep seperti teknologi hijau (Green Technology), industri hijau (Green Industry), Corporate Social Responsibility (CSR), dan Eco-Industrial Park (EIP) telah banyak dikembangkan dan diterapkan oleh banyak negara, baik di negara-negara maju maupun di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Makna yang terkandung di dalam konsep hijau tidak hanya terkait dengan pembahasan masalah pembangunan berkelanjutan saja, melainkan juga memperhatikan dan mengedepankan masalah lingkungan (ekologis). 


BAB II
ISI

PROSES PRODUKSI SAMPAH MENJADI ANUGERAH

Alat pengkonversi energi
Tentu sudah tidak sabar untuk kita mendapatkan dan membuktikan minyak mentah dapat dihasilkan dari limbah plastik atau dengan kata lain merubah sampah menjadi anugerah. Kita perlu tahu apa saja yang diperlukan didalamnya, dimulai dari alat dan bahan sederhana seperti: kaleng bekas, pipa bekas, lem besi, kompor dan reservoir penampung hasil minyak serta yang paling penting adalah bahan bakunya yakni sampah plastik. Barang-barang tersebut tentu tidaklah sulit kita dapatkan disekitar rumah kita. Barang-barang yang sudah akrab dengan lingkungan tempat tinggal kita itulah yang akan membuat kita sangat asyik mempelajari, membuktikan dan mempraktikkannya secara langsung.
Sebelum kita membuat alat pengolah limbah sampah plastik ini, sebenarnya sudah ada penelitian mengenai alat ini, dan sudah sangat lama teknologi ini dikembangkan di banyak negara maju, seperti di Amerika dan Jepang. Di Amerika sudah diciptakan mesin raksasa yang digunakan untuk mengelola ribuan ton sampah plastik per tahunnya. Sehingga dapat dikatakan sangat efektif, dimana Amerika bisa mendapatkan sumber energi baru yakni minyak mentah yang bernilai tinggi dan juga dampak lainnya adalah negara Amerika terbebas dari sampah plastik sehingga selalu terjaga kebersihannya dengan baik dan aman bagi lingkungan. Satu negara lagi yang tidak mau ketinggalan dengan negara dari barat, Amerika yakni negara yang berasal dari Asia yakni Jepang. Jepang juga sudah lama mengembangkan mesin yang bernilai secara komersil untuk kemajuan di negaranya. Di klaim penemuan yang ditemukan oleh seorang warga jepang bernama Akinori Ito tersebut lebih simpel dan diproduksi untuk kebutuhan rumah tangga, namun sayang harganya yang masih selangit yaitu sekitar 100 juta rupiah. Alat ini kemudian diproduksi masal oleh perusahaan Jepang bernama Blest Corporation. Produk ini sudah diekspor ke afrika, filipina dan marshall island.
Ecotech perusahaan daur ulang di Hongkong-Cina memproduksi dan mengolah 3 ton sampah plastik menjadi 1000 liter minyak bakar setiap harinya dengan mesin buatan Ming Cheung. Di dapat jenis minyak yang memiliki kadar belerang yang lebih rendah (0,20%) dibandingkan dengan bahan bakar yang biasa digunakan untuk kapal (3-4%) di pelabuhan Hongkong yang merupakan pelabuhan tersibuk di dunia. Hal ini diyakini produk minyak ini dapat mengurangi tingkat polusi udara. Tantangan yang dihadapi disana dalam mengembangkan usaha ini ialah ketersediaan sampah plastik yang sedikit kebijakannya dengan kata lain masih mengimpor sampah plastik dari negara tetangga. Perhatian dari pemerintah dan kebijakannya juga belum terlalu digalakan.
Tidak kalah dengan bangsa luar yang sudah mengembangkan alat pemanfaatan limbah plastik menjadi minyak mentah, di Indonesia pun ternyata sudah ada yang mencoba untuk berkreasi juga. Yakni seorang pemuda bernama Panembahan Satyapradana yang berhasil membuat alat pemroses limbah plastik menjadi bahan energi terbarukan yakni minyak mentah, yang dengan ini bisa diolah sebagai bensin dan solar.
Muhammad Afdal, warga Pariaman, Sumatera Barat Desember 2011 menciptakan reaktor pembakar sampah plastik menjadi BBM. Ide tersebut tercetus ketika ia membakar sebuah sampah plastik yang digenggamnya yang ternyata lama padam, dengan ide tersebut ia beranggapan bahwa plastik memiliki potensi atau energi yang bisa digunakan. Dengan keahlian sebagai tukang las, ia pun memutuskan untuk berusaha membuat reaktor pembakar sampah tersebut hingga berhasil dan mendapatkan manfaat untuk dirinya, keluarganya dan lingkungannya. Sekarang digunakan untuk menggerakan kompresor dan sebagai bahan bakar minyak untuk kompor dirumahnya.
Sela Ayu Clarisa dan Athasalma Monica siswi kelas 8 SMP Negeri 1 Kudus Jawa Tengah dengan mendapat ide ketika sedang membakar sampah plastik dirumahnya. Mereka kemudian mencari tahu rumus kimia sampah plastik yang mirip dengan rumus kimia minyak tanah. Dengan alat sederhana kaleng bekas dan pipa bekas ia rubah menjadi alat pengkonversi energi menjadi minyak bahan bakar. Diteliti dan disimpulkan setelah 1 tahun percobaan, jumlah hasil minyak pembakaran sampah plastik lebih banyak ketika menggunakan sampah plastik jenis ember, bila dibandingkan minyak botol plastik, tas plastik dan botol sampo (minyak plastik kosmetik). Hasilnya pun bila dibandingkan dengan minyak tanah, dengan pembakaran minyak tersebut memunculkan api yang lebih hemat dan lebih baik.
Siswa SMKN 3 di Madiun-Jawa Timur, merubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak setara dengan premium karena nilai oktan yang terkandung mendekati nilai oktan premium. 86 grade minyak ini di banding pertamax yang memiliki grade 92. Alat ini mampu merubah 1 kg sampah plastik untuk menghasilkan 1 liter bahan bakar. Alat ini sederhana, yakni menggunakan tabung gas elpiji 3 kg yang dirubah menjadi kompor pembakar sampah plastik dan membutuhkan alat lain yakni distilator sebagai pemproses hasil minyak tersebut untuk mendapatkan minyak yang setara dengan premium.
Warman dan Hayironas warga jl. Garuda sakti, Tampan, Pekanbaru, Riau meneruskan penemuan almarhum kakaknya yakni alat perubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Sebagai seorang pedagang mereka mampu merubah sampah plastik menjadi 3 jenis bahan bakar berkualitas (bensin, minyak tanah dan gas). 1 kg sampah plastik dapat menjadi 0,5 minyak bensin dan 0,5 minyak bensin dengan proses tabung-tabung distilasi dan reaktor pembakaran sederhana (diameter 40 inchi dan panjang 2 meter) miliknya yang terbuat dari drum besi.
Luar biasa, karya-karya anak bangsa ini layak dan patut kita berikan apresiasi setinggi-tingginya yang sudah berusaha membagikan ilmu dan menginsiprasi kita semua dalam menciptakan sesuatu untuk mengatasi masalah di lingkungan kita masing-masing terutama penangan limbah plastik di bumi pertiwi kita ini serta bagaimana memanfaatkannya menjadi energi yang berguna.


Alat dan bahan
Kembali ke topik, dimana kita ingin menciptakan alat pengubah sampah menjadi minyak sumber energi terbarukan yang murah meriah. Seperti yang telah dituliskan di atas bahwa alat dan bahan hanyalah barang-barang yang mudah ditemukan di lingkungan bahkan di rumah kita masing-masing. Barang-barang tersebut digunakan untuk membuat alat sederhana pengolah sampah plastik menjadi minyak. 
1.      Kaleng bekas, berbicara tentang tempat atau wadah pengolah sampah plastik yang akan dibakar atau disulut dengan api. Hanya saja penyulutan dengan api ini tidak terjadi secara langsung melainkan dengan wadah ini.
2.      Pipa bekas, digunakan sebagai tempat aliran uap atau gas yang keluar dari hasil pembakaran dari kaleng tempat pembakaran sampah plastik atau secara proses merupakan sebagai kondensor uap yang mengalir.
3.      Lem besi, digunakan untuk menutup celah tempat keluaran pipa dan sambungan antar plat kaleng dengan pipa, sehingga keefektifan proses kondensasi berlangsung dengan baik dan maksimal.
4.      Kompor, merupakan media pembakar dan perubah fase sampah plastik, yang tadinya berupa plastik padat akan berubah mencair dan melumer sehingga menjadi cairan dari plastik, dan menjadi uap atau gas yang akan mengalir ke pipa. Ada pula yang menggunakan dengan kompor berbahan bakar kayu, arang, minyak tanah, bahkan gas elpiji. Pemilihan bahan bakar bukan menjadi faktor utama, hanya akan mempengaruhi keefisienan pembakaran sampah plastik karena jika pemanasannya stabil, minyak yang akan keluar dari alat akan cepat didapat.
5.      Reservoir penampung hasil minyak, adalah tempat dimana ujung pipa mengeluarakan hasil minyak mentah keluaran alat digunakan untuk menampung hasilnya, boleh menggunakan gelas, botol atau sebagainya dan seadanya.
6.      Tak kalah penting adalah bahan bakunya yakni sampah plastik dimana dapat kita temukan di sekitar kita. Contoh: tas plastik, botol plastik minuman, plastik pembungkus makanan, seperti yang telah kita bahas sebelumnya.
Dengan mengetahui bahan dan penjelasan alat yang akan kita gunakan untuk memproses limbah plastik menjadi minyak sebenarnya kita telah mengetahui cara kerja atau konsep dasar alat tersebut bekerja.  Sebenarnya plastik memiliki kemiripan unsur pembentuk dengan bahan bakar minyak. Saat dipanaskan plastik akan meleleh lalu mencair, cairan plastik ini jika terus dipanaskan akan membentuk uap panas, dan jika uap panas ini melewati pendingin (kondensor) dia akan mengembun dan membentuk minyak. Konsep sederhana itulah yang para penemu dan anak bangsa di atas kita bahas. Konsep itu didapat setelah membaca, memperhatikan dan menangkap kesimpulan dari percobaan demi percobaan yang pernah ada. Alat ini merupakan design yang paling sederhana tetapi setidaknya dapat membuktikan dan mewujudkan untuk kita kembangkan masing-masing.


Proses pembuatan
1.      Proses pembuatan dimulai dengan melubangi tutup kaleng dengan diameter lubang sebesar lubang pipa yang akan dijadikan kondensor.
2.      Sambung dengan bantuan lem perekat khusus besi.
3.      Kemudian masukkan sampah plastik ke dalam kaleng, tutup dengan penutup yang dilubangi dengan pipa.
4.      Jika semua sudah siap, bakar dengan kompor yang tersedia.
5.      Tunggu 20-30 menit sampai minyak keluar dari ujung pipa keluaran yang kira-kira panjangnya 2 meter atau lebih.
6.      Tampung cairan yang keluar, karena cairan tersebut adalah minyak mentah yang siap digunakan dan hasil percobaan dari praktikan, sampah plastik sebanyak satu kaleng tanggo bisa menghasilkan setengah botol air mineral minyak mentah. Bayangkan  bila kita mampu memproduksi dengan kaleng yang lebih besar dan sampah plastik sebanyak-banyaknya, akan menghasilkan sumber energi terbarukan dan menjadikan keuntungan bagi kita penggunanya.
Hasil pembakaran sampah plastik ini tidak semuanya terbakar dengan sempurna akan tetapi masih ada sisa pembakaran yakni padatan berwarna hitam pekat yang memiliki bau yang sangat menyengat dan disinyalir berbahaya bagi lingkungan. Untuk itulah diharapkan untuk kita pelaku sains atau penerap ilmu pengetahuan, bisa mengembangkan dan mencari solusi bersama masalah tersebut.
Ada pula, pengembangan alat ini dengan bahan bakar yang berbeda yakni dengan oli bekas. Pada dasarnya sama memiliki potensi untuk menghasilkan minyak mentah, akan tetapi memiliki bau yang sangat menyengat dan masih kurang bersih. Kandungan limbah B3 pada minyak masih terkadung, jadi harus disaring terlebih dahulu dengan filter tertentu.
Pengembangan alat ini adalah seperti yang dilakukan oleh teman-teman kita diatas, yakni bila menginginkan hasil minyak mentah dari hasil pembakaran sampah ini menjadi setara dengan minyak tanah, solar atau gas bahkan premium-pertamax silahkan menambahi alat distilator, yakni alat yang pemproses minyak mentah tersebut dengan didasarkan titik didih dan jenuh yang berbeda-beda (distilasi).




BAB V
PENUTUP

KESIMPULAN DAN SARAN

Hasil dari percobaan dan membaca banyak materi mengenai alat perubah limbah plastik menjadi minyak, meminta kita untuk terus aktif melihat sekeliling kita dimana ada banyak rahasia yang tersembunyi dibalik hal-hal disekitar kita. Sebagai contoh adalah pemanfaatan ulang limbah plastik ini. Minyak yang dihasilkan dengan alat sederhana ini masih termasuk minyak mentah, artinya minyak ini masih bisa diproses lebih lanjut menjadi bensin, solar, minyak tanah dan sejenisnya. Jadi untuk penyempuranan alat hingga menjadi alat yang bisa dijual secara komersil seperti di negara maju, Amerika dan Jepang kita harus terus mengembangkan dan melakukan banyak riset sehingga bisa sampai dipasaran negara kita dan negara lain.
Selain dari pada itu tujuan dengan diadakan alat ini, semoga semua sampah plastik di rumah, lingkungan, sekolah, kantor, industri, perusahaan dan pasar, segera kita kumpulkan tepat seperti kebijakan pemerintah untuk merubah paradigma kita mengenai sampah, yakni ada manfaat yang tersembunyi yang siap untuk kita manfaatkan. Bank sampah yang telah digaung-gaungkan dan digalakan pemerintah seharusnya menjadi kesempatan emas untuk kita mengembangkan dan memanfaatkan sebaik mungkin. Selain untuk kegiatan sosial, yang berdampak baik segi pendidikan, lingkungan, pemberdayaan, dan ekonomi kerakyatan patut kita terus dukung dan kembangkan dari semua pihak, mulai keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Bank sampah harus terus disosialisasikan di jutaan pasar, kantor, perumahan, kawasan industri-pabrik dan sekolah sehingga perlahan-lahan namun pasti lingkungan sekitar  kita terbebas dari sampah plastik dan terlihat lebih sehat dan menyenangkan.
Menanggapi isu kelangkaan bahan bakar minyak dan isu kebutuhan energi primer (energi fosil) sudah mencapai titik nadir, akan habis. Seharusnya dengan upaya kecil seperti melakukan riset dan pemanfaatan energi baru terbarukan seperti sampah plastik ini harus segera direalisasikan secara nyata. Upaya ini terbilang sangat jitu untuk sampah plastik yang dulunya dianggap sebagai “lawan” dikonversikan menjadi minyak yang berguna dan dianggap sebagai “kawan” dan mudah-mudahan dengan adanya alat seperti ini menambah dan mengurangi kebutuhan energi minyak yang berlebihan. Sehingga didapat dan disimpan untuk generasi yang akan datang sehingga isu krisis energi akan terelakkan dari negera tercinta kita Indonesia raya.
Mengenai isu kemiskinan dan kesusahan mencari sumber energi sebagai penggerak mula roda perekonomian bangsa, diharapkan dengan munculnya dan keserempakan semua elemen masyarakat dalam menyambut baik alat sederhana ini mampu meningkatkan perekonomian bangsa. Sudah terlihat banyak kesuksesan dengan program bank sampah yang dijadikan sebagai penghasilan tambahan. Diharapkan pula dengan sedikit pengolahan limbah sampah yang sudah terkumpul di banyak bank sampah ataupun diperumahan alat ini, bisa menaikkan harga jual dari pemanfaatan limbah sampah tersebut. Sehingga kesejahteraan rakyat di Indonesia dapat terpenuhi secara menyeluruh.
Dibidang pendidikan seharusnya dengan semangat energi terbarukan mampu dikembangkan dan terus dijadikan pemicu memunculkan sumber-sumber energi terbarukan yang lain, karena dengan begitu akan menciptakan manusia-manusia yang unggul yang penuh dengan kretifitas dan inovasi.

Sekian, semoga menginspirasi dan menjadi berkat bagi kita semua.
DAFTAR PUSTAKA

Panembahan Satyapradana, http://www.klikedukasi.com/
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=6458563, tentang teknologi Jepang terhadap pengembangan limbah plastik menjadi bahan bakar minyak
http://www.infongawi.com/3208/peralatan-dan-pedukung/, tentang anak bangsa yang mengembangkan teknologi serupa dengan lebih praktis
http://www.klikedukasi.com/2012/04/alat-sederhana-pengubah-sampah-plastik.html, seorang anak SMP menciptakan pengolah sampah yang berdampak positif bagi lingkungan
qontech-energy.com/plastic to oil technology
olahsampah.com
(Tahun 2013, 20,30% Produksi Batubara untuk Dalam Negeri/data Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM/ KAMIS, 18 OKTOBER 2012).
(Pertumbuhan Konsumsi Energi RI Tertinggi di Dunia/Vivanews.Com/ Jum'at, 23 November 2012).